Syaikh Mutawali Sya'rawi dan Pemuda Setan
Suatu siang, Syaikh Mutawalli Sya'rawi bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda itu tidak seperti lazimnya yang sering beliau temui. ada aura mengeringkan yang menyelubungi dirinya.
Syaikh Mutawalli Sya'rawi adalah salah seorang Ulama' ASWAJA (Ahlussunnah wal Jama'ah) yang sangat dicintai oleh rakyat Mesir. kepribadiannya yang ramah dan santun membuat siapa saja yang pernah mengenalnya begitu segan dan hormat kepadanya.
Syaikh Mutawalli mendatangi sang pemuda dan duduk disampingnya. kemudian beliau berkenalan dan memulai perbincangan ringan.
Dari perkenalan itu, Syaikh Sya'rawi tahu bahwa pemuda yang memiliki aura mengerikan itu adalah seorang yang mengikuti islam garis keras. Pantas saja, dia tidak seperti umumnya pemuda lain.
“Apakah meledakkan tempat-tempat hiburan malam di salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam hukumnya halal ataukah haram?”, Tanya Syaikh Sya'rawi kepada sang pemuda.
“Apakah meledakkan tempat-tempat hiburan malam di salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam hukumnya halal ataukah haram?”, Tanya Syaikh Sya'rawi kepada sang pemuda.
“Tentu saja hukumnya halal dan diperbolehkan untuk membunuh mereka”. Jawab pemuda itu dengan semangat.
“Jika Engkau membunuh mereka yang sedang bermaksiat kepada Allah, kemana tempat mereka akan kembali?”
“Pastinya ke Neraka”.
“Kemanakah Syetan ingin membawa mereka (yang kamu bunuh dengan ledakanmu)?" Tanya Syaikh Sya'rawi .
‘Pastinya Syetan berkeinginan membawa mereka masuk ke dalam Neraka?” Jawab sang pemuda.
“Kalau begitu, Engkau sedang bekerjasama dengan Syetan dengan satu tujuan yang sama untuk memasukkan dan menjerumuskan manusia ke dalam api Neraka!”. TegasSyaikh Sya'rawi
Lalu Syaikh Sya'rawi menyebutkan kepada sang pemuda satu hadits Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, ketika itu lewatlah jenazah seorang Yahudi di hadapan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam sehingga menjadikan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersedih dan menangis.
Maka bertanyalah para Sahabat Nabi: “Apa yang menyebabkan dirimu bersedih dan menangis duhai Rasulullah?”. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menjawab: “Satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam api Neraka”.
Syaikh Sya'rawi menatap sang pemuda dan berkata, “Coba perhatikan perbedaan yang amat nyata antara dirimu wahai anak muda dengan diri pribadi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang berusaha untuk membimbing dan menyampaikan hidayah kepada manusia serta menyelamatkan mereka dari api Neraka.
Sedangkan dirimu menginginkan mereka masuk ke Neraka. Engkau berada dalam satu lembah dan Kekasih Agung Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berada pada lembah yang lain (Engkau berseberangan dengan Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam)”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar